Film Pendek | Home Of Indonesia Entertainment! |
- Tina Astari
- Setelah Bertemu Anaknya Ebet Meninggal
- Pasha Seharusnya Dipenjara
- Pesan Manis dari Kang Ebet Kadarusman
- Green Day Rilis Album baru
- Payudara Rahma Azhari Diremas Beredar
- Tora Sudiro Terseret Kasus Narkoba
- Afgan Kuliah Di Malaysia
- Anang Dan Syahrini Dapat Lampu Hijau
- Ebet Kadarusman Wafat
| Posted: 19 Mar 2010 07:55 PM PDT Tina Astari (lahir di Jakarta, 19 Agustus 1979; umur 30 tahun) adalah aktris Indonesia. Karir Tina memulai karirnya di dunia hiburan dengan membintangi sinetron Darah Gudang di tahun 2002.[1] Tina pun merambah dunia layar lebar bermain dalam film Lari Dari Blora (2008). Tahun 2008, Tina akan membintangi sinetron kejar tayang pertamanya, Zahra, yang tayang pada bulan Ramadhan.[2] Kehidupan pribadi Tina yang sering dianggap mirip dengan pesinetron Della Puspita ini[1] sempat dikabarkan dekat dengan pewaris keluarga Cendana, Panji Trihatmodjo. Namun Tina membantah kabar itu.[3] Kini, Tina sedang menjalin kasih dengan gitaris grup Element, Arya.[4] Hubungan asmara dengan Arya ‘Element’ ternyata tak mampu bertahan lama. Namun sejak pertengahan 2008, Tina menjalin kasih dengan vokalis Bonus Band, Anda Wardhana. Pasangan ini serius menjalin hubungan. Jika tak ada aral melintang, mereka akan naik pelaminan pada awal 2010. Filmografi * “Lari Dari Blora” (2007) |
| Setelah Bertemu Anaknya Ebet Meninggal Posted: 19 Mar 2010 07:49 PM PDT ![]() Ebet Merasa kasihan dengan kondisi fisik Ebet Kadarusman, pihak keluarga sedianya akan melepas semua alat bantu yang ada di tubuhnya Sabtu (20/3/2010) pagi ini. “Rencananya kita akan melepas seluruh alat bantu dari tubuh Kang Ebet sebelum jam sembilan ini. Keluarga sudah sepakat melepaskan Kang Ebet karena usianya juga sudah sepuh. Tapi Allah berkehendak lain, Kang Ebet pergi sebelum itu dilakukan,” ujar keponakan Ebet, Hj Nike Hariani kepada radio Elshinta. Dikatakan Nike, sudah 8 bulan belakangan ini, kondisi Kang Ebet terganggu akibat stroke yang dideritanya. Puncaknya, pada Selasa (16/3/2010), penyiar radio yang kondang di Negeri Kanguru itu, mengalami koma hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. “Semalam (Jumat-red) kondisinya makin kritis,” ungkapnya. Berdasarkan keterangan dokter, ujar Nike, sudah tak memungkinkan dilakukan operasi sehubungan dengan adanya pendarahan di otak kecil Kang Ebet, mengingat usia kang Ebet yang tergolong sepuh, yakni 78 tahun. “Ya akhirnya kita pasrah. Barangkali ini yang terbaik buat Kang Ebet. Kalau pun sembuh, akan sulit bagi beliau,” katanya. Menurut Nike, saat menjenguk beberapa hari lalu, kondisinya terlihat gemukan dan sehat. Bahkan, ia sempat memintanya untuk menelpon anak-anaknya yang berada di luar negeri. “Saya berusaha menghubungi anak Kang Ebet yang di New York, Kanada, Australia tapi tidak bisa dihubungi. Hanya Andrew yang di Singapura yang nyambung. Dia (Ebet) minta anak-anaknya datang,” kenang Nike. “Kemarin, Michel, anak Kang Ebet yang di Kanada datang. Mungkin sebelum pergi Kang Ebet ingin ketemu anak-anaknya, setelah itu beliau pergi,” ujar Nike. Sebelum dikebumikan almarhum akan disemayamkan di rumah duka di jalan Mangga 17, Bandung. Kang Ebet, yang sempat dijuluki “Mang Comel” ketika mengudara di Radio Australia itu, akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Ciburani Bandung, setelah sholat zuhur. Selamat Jalan Kang. sab/kompas |
| Posted: 19 Mar 2010 07:48 PM PDT ![]() Pasha Pasha divonis bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap Okie Agustina. Namun, dia tidak langsung dipenjara dan hanya diganjar hukuman percobaan 10 bulan. Semestinya, Pasha dipenjara. Pasha dituntut jaksa dengan hukuman penjara 1 tahun, 6 bulan. Namun dalam vonisnya, hakim menjatuhkan hukuman percobaan 10 bulan. Ini artinya, Pasha tidak langsung dijebloskan ke bui. Dan jika dalam 12 bulan ke depan Pasha tidak berbuat kesalahan, maka dia bebas. Ini kasus kedua Pasha di mana dia dijatuhi hukuman percobaan. Kasus pertama mirip kasus Okie, yakni Pasha memukul Idea Fasha karena diduga selingkuh dengan Okie yang kala itu masih berstatus istri Pasha. Pada Januari 2008, Pasha dijatuhi hukuman 5 bulan penjara, 8 bulan masa percobaan. Dua kali dalam kasus kekerasan, Pasha lolos dari penjara dan cuma dijatuhi hukuman percobaan. Menurut pengacara Ferry Juan, SH, sebenarnya hal itu tidak bisa terjadi. “Pasha kan pernah dihukum sebelumnya. Walau pun cuma percobaan, tetap saja dia residivis. Nah, residivis ini melakukan kejahatan lagi. Menurut KUHAP, harusnya hukuman diperberat dengan ditambah 1/3 supaya ada efek jera. Kalau hanya hukuman percobaan lagi, ini jadinya tidak pasti,” jelas Ferry yang dihubungi okezone, Jumat (19/3/2010). Pengacara yang pernah menangani kasus Zarima dan Sheila Marcia Joseph ini lalu mengambil perbandingan undang-undang di Amerika. Di negeri yang dipimpin Barack Obama itu, pelaku kejahatan bisa diberi hukuman percobaan atau probation. “Tapi untuk kejahatan kedua, no way! Dia harus dipenjara,” tegasnya. Namun, Ferry melihat ada kewenangan majelis hakim yang memiliki pertimbangan hukum penuh dalam menjatuhkan vonis, yakni tertuang dalam pasal 127 KUHAP. “Mungkin hakim mempertimbangkan, Pasha bisa menghibur jutaan orang. Sedangkan yang disakiti cuma satu, Okie. Tapi menurut saya, tetap walau satu yang disakiti harusnya mendapat keadilan,” tandasnya.sab/okezone |
| Pesan Manis dari Kang Ebet Kadarusman Posted: 19 Mar 2010 07:45 PM PDT ![]() Ebet “Memang baik jadi orang penting, namun jauh lebih penting untuk jadi orang baik.” Sebuah pesan yang manis dari Kang Ebet, begitu Ebet Kadarusman, penyiar radio senior asal Jawa Barat, yang tutup usia pada Sabtu (20/3/2010) sekitar pukul 6.00 pagi. Kang Ebet wafat di usia 78 tahun karena penyakit stroke yang dideritanya cukup lama. Selasa (16/3/2010), ia dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan sempat mengalami koma. Mengenal sosok Kang Ebet berarti mengenal pria yang begitu jenaka dengan guyonan yang cerdas dan penuh makna. Pesan di atas, yang kemudian menjadi trademark-nya saat ia membawakan acara talk show Salam Canda yang ditayangkan RCTI tiap Sabtu malam sejak 5 Oktober 1991. Acara inilah yang membuat sosok Kang Ebet jauh lebih dikenal publik Tanah Air. Sebelumnya, sosok pria kelahiran 7 Juli 1938 itu, hanya dikenal lewat suaranya saja. Maklum, kariernya malang melintang di dunia siaran radio. Lewat acara Salam Canda–jenis acara seperti yang dibawakan Johnny Carson dan David Letterman di AS atau Ray Martin dan Steve Vigard di Australia itu–Kang Ebet melejit menjadi seorang bintang. Guyonan dan celetukan yang cerdas membuat penontonnya tertawa terpingkal-pingkal. Salam Canda menjadi acara yang unik dan menarik saat itu, lantaran menampilkan orang-orang dengan berbagai keunikan, mulai dari pengusir jin sampai kakek-kakek berwajah “seribu”. Namun, tetap Kang Ebet menjadi “jagoan”nya. Ia berhasil menghidupkan suasana sehingga begitu berkesan bagi pemirsanya. Pedalang, musisi dan aktor Sujiwo Tedjo, saat menjadi wartawan HU Kompas pernah mengisahkan bagaimana Kang Ebet mampu membuat orang tertawa grrr-grrr-an. Misalnya ketika Salam Canda menampilkan dalang wayang golek Sunda Asep Sunandar Sunarya. Ebet mengejek wajah salah satu wayang golek panakawan yang dibawa Asep. Dibalas oleh Ketika itu, Ebet sangat terkekeh-kekeh. Barangkali balasan demikian memang diharapkan Ebet. Selalu ada kesan yang dihadirkannya. Di ujung acara, ia pun tak lupa menyelipkan pesannya yang cukup dalam bahwa “baik memang jadi orang penting, tapi jauh lebih penting menjadi orang baik.” *** Dalam benaknya, kalau pun berkarier di Indonesia paling banter ia hanya bisa jadi pembawa acara hajatan. Tapi rupanya Tuhan berkehandak lain. Pengalamannya sebagai penyiar tenar di Negeri Kanguru, ternyata bermanfaat. Oleh Radio Trijaya FM Jakarta, ia diminta menjadi “guru” untuk para penyiarnya. Rupanya, karier Mang Comel makin kemilau. Tanggal 1 November 1990, Ebet mengudara lewat acara “Good Pagi Selamat Morning”. Acara ceplas-ceplos yang ringan tetang berbagai hal ini ternyata menarik Peter F Gontha, yang saat itu menjabat eksekutif PT Bimantara Citra– perusahan yang menaungi radio itu dan RCTI, menawari Ebet membuat acara talk show. Dus, lahirlah Salam Canda. “Tokoh-tokoh yang ditampilkan di Salam Canda bukan pengarang buku, orang film, musik dan sebagainya. Karena di sini (Indonesia) tidak setiap minggu ada buku baru, film baru dan pertunjukan-pertunjukan baru,” kata Ebet kala itu. Ia memilih menampilkan keajaiban-keajaiban. “Tapi saya tidak menonjolkan klenik. Saya hanya menyajikan apa yang betul-betul terjadi di masyarakat kita,” katanya tentang acara yang dipandunya itu. *** SMA-nya diselesaikan di Bandung, karena kepindahan ayahnya ke RRI kota itu. Di kota yang sama ia melanjutkan ke UI Bandung (kini ITB). “Jurusan apoteker,” katanya sambil mengingat-ingat. Tak selesai, Ebet pindah ke Jurusan Teknik Kimia Universitas Adelaide, Australia. Tapi tak diselesaikannya pula. Ia pindah dan selesai di Jurusan Bahasa Indonesia universitas yang sama di Australia itu. Pulangnya, akhir 1959, ia mengajar bahasa Inggris di ITB. Satu setengah tahun kemudian ia balik lagi ke Australia. Ia bekerja di Radio Australia, Melbourne, tempatnya dulu bekerja sambilan ketika mahasiswa. Jabatan terakhirnya progamer senior tingkat III. “Itu jabatan tertinggi (untuk orang asing),” katanya kepada Kompas kala itu. Tapi suatu saat hanya dalam tempo semalam ia membuat keputusan, paginya menulis surat pengunduran diri untuk pulang ke Tanah Air. Itu dirasakannya sebagai keajaiban. Keajaiban selanjutnya adalah pernikahannya dengan janda 5 anak, yang dulu pada tahun 1956 pernah dipacari Ebet. Ebet — mempunyai 5 anak — yang sudah menduda 9 tahun, menikahi wanita itu Desember 1986. “Padahal selama 30 tahun saya tidak pernah berkomunikasi dengan dia,” kata Ebet. |
| Posted: 19 Mar 2010 07:41 PM PDT ![]() Green Day Meskipun tahun lalu Green Day sibuk tur keliling dunia, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk membuat karya-karya terbaru. Kini grup trio punk rock tersebut sudah merekam beberapa lagu baru untuk persiapan album terbaru mereka nanti. “Kita sudah membuat demo di Berlin, Belanda, Skotlandia dan beberapa di negara lainnya. Kita memang ingin membuat lagu dengan agak lebih cepat,” ujar sang frontman Billie Joe Amstrong yang dikutip dari Contactmusic.com. Green Day yang dipunggawai oleh Billie joe (vokal), Mike Dimt (bass), dan Tre Cool (drum) ini, masih merahasiakan beberapa lagu baru yang telah mereka buat tersebut. Namun satu yang dapat dipastikan adalah, Billie menargetkan kalau dirinya tidak akan menggunakan narkoba pada usia 37 nanti. “Saya menargetkan untuk tidak mengkonsumsi Methamphetamine lagi, saya lebih baik menghirup gas dari pada menghisap itu melalui hidung saya,” tambahnya. Green Day Sudah Siapkan Materi untuk Album baru. sab/indonesiaselebriti |
| Payudara Rahma Azhari Diremas Beredar Posted: 19 Mar 2010 07:40 PM PDT
![]() Rahma Azhari Keluarga Azhari sepertinya tak bosan membuat heboh dengan perilakunya yang diluar budaya Indonesia. Kali ini di internet beredar foto payudara Rahma Azhari yang sedang diremas oleh seorang pria pada sebuah klub malam. Dari foto yang terdapat dalam sebuah blog tersebut terlihat seorang pria yang sedang meremas payudaranya. Sementara terlihat ekspresi Rahma Azhari yang tidak ada perasaan risih, bahkan adik Ayu Azhari ini terkesan menikmatinya. Dalam foto tersebut terlihat Rahma Azhari duduk pada pangkuan seorang pria dengan menggunakan jaket dan topi berwarna hijau. Sementara Rahma menggunakan pakaian you can see berwarna hitam dengan menggunakan bando berupa tanduk setan berwarna hijau. Sementara itu, tangan kiri pria tersebut memegang gelas, dan tangan kanannya merangkul tubuh Rahma Azhari sambil meremas payudaranya. Sedangkan ekspresi wajah Rahma dibuat menggoda sambil berpose dalam foto tersebut.sab/selebriti.indonesiaselebriti |
| Tora Sudiro Terseret Kasus Narkoba Posted: 19 Mar 2010 07:38 PM PDT ![]() Tora Sudiro Tersebar kabar ditangkapnya Tora Sudiro karena tersangkut kasus narkoba, Suami Mieke Amalia ini menepis kalau berita tersebut bohong. Beredarnya berita miris tersebut, tidak dipedulikan Tora karena menurutnya selama ini berita tentang dirinya tidak ada yang bagus dan itu memang bukan dari dirinya tetapi dari orang yang mengidolakan dirinya. “Bukannya dari dulu sudah diberitain jelek-jelek. Kalau itu dibilang sensasi itu bukan dari pihak kita yang ngeluarin, mungkin ada beberapa gelintir orang yang kangen sama gue” tutupnya.sab/selebriti.indonesiaselebriti |
| Posted: 19 Mar 2010 07:34 PM PDT ![]() Afgan Penyanyi bersuara khas Afgan sepertinya sudah mau berkonsentrasi dengan studinya. Ia pun akan segera berangkat ke negeri Jiran Malaysia untuk kuliah disana. Selain itu, pelantun tembang 'Terima Kasih Cinta' ini punya keinginan besar untuk belajar hidup mandiri di negeri orang. “Saya kepengen hidup mandiri dan bisa biayain hidup dan kuliah secara sendiri , Kalau disini kan masih ada mama papa, jadinya kalau ada apa-apa ya tetep mintanya ke mama papa. Tapi kalau udah disana pasti saya usaha sendiri.” Ungkap Afgan saat ditemui sejumlah media di Raja’s Cafe, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (19/03). sebelum bertolak ke Kuala Lumpur, pria berlesung pipit ini mengambil program diploma di tanah air. Saat nanti berada di Malaysia, Afgan akan melanjutkan strata pendidikannya di jurusan Bisnis Ekonomi. Tadinya sebelum memutuskan kuliah di Kuala Lumpur, Afgan sempat tertarik untuk meneruskan studinya di negeri kanguru Australia. Namun ternyata hal tersebut urung dilaksanakannya. Cowok yang digosipkan pernah berpacaran dengan Olivia Lubis ini pun memutuskan untuk pergi ke Malaysia. Sementara itu Afgan berharap ke depannya dapat mengimbangi waktu studinya dengan kelanjutan karirnya di dunia tarik suara. Ia optimis dapat membagi waktu dengan baik. “Saya berusaha untuk bagi waktu dengan baik. Yah kalau memang rejekinya di nyanyi, saya bisa menyanyi sampai tua. Pengen tetap memberikan yang terbaik aja.” Harap Afgan. sab/cumicumi |
| Anang Dan Syahrini Dapat Lampu Hijau Posted: 19 Mar 2010 07:31 PM PDT ![]() anang syahrini Boleh jadi hubungan Anang Hermansyah dan Syahrini masih dalam batas profesionalisme. Tapi harapan publik terhadap pasangan ini untuk melangkah lebih jauh bukannya tidak ada. Bahkan ibunda Anang, Ny. Anissa sepintas telah memberikan lampu hijau jika hubungan mereka berlanjut. “Sebagai orang tua, saya menginginkan yang terbaik saja buat mereka,” ujarnya di acara syukuran ulang tahun Anang ke-41 di studio kawasan Radio Dalam, Jaksel, Kamis (18/3). Anissa yang sudah berada di Jakarta selama 20 hari itu menyatakan secara kriteria tidak ada yang salah dari Syahrini. “Jelasnya muslim, taat kepada Allah, patuh kepada suami dan keluarga nomor satu dijaga segala-galanya, baru akan terbentuk keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah,” tuturnya. Harapan Anissa mungkin tak berlebihan bila kita bisa melihat bagaimana Syahrini yang datang dengan mengendarai mobil Mercy warna hitam tiba di studio pada pukul 17.30 WIB. Begitu turun, langsung disambut peluk cium hangat Aurel yang menyapa Syahrini dengan sebutan ‘Ibu’. Keakraban juga tak terelakkan antara Syahrini dan Anissa. “Kita manusia hanya bisa berencana. Tuhan lah yang menentukan,” kata wanita asal Jember ini. Anang sendiri tidak bisa mengelak ataupun mengiyakan segera mungkin kenyataan yang terpampang di depan mata. “Kalau aku bilang tidak, itu tidak boleh. Aku bilang mungkin, itu ketentuan Allah. Aku tidak menentukan. Yang terpenting aku dengan anak-anak dulu, dan aku akan merapikan apa yang aku jalani hari ini,” jawabnya diplomatis. sab/yahoo |
| Posted: 19 Mar 2010 07:29 PM PDT
![]() Ebet Kadarusman Presenter kondang Ebet Kadarusman menghembuskan nafas terakhirnya di ruang rawat HCU 5 RS Hasan Sadikin, Bandung Sabtu (20/3/2010) menjelang subuh. Demikian penuturan putra ke-8 Ebet Benny Suherlan (42) “Kang Ebet sudah meninggal dunia tadi shubuh,” tuturnya lirih. Ditambahkan Benny, saat ini ayah tercintanya masih berada di RSHS. “Sekarang masih di RSHS. Nanti akan dibawa ke rumah duka di Jl Mangga,” imbuhnya. Terkait pemakaman presenter yang namanya melejit lewat acara ‘Salam Canda’ ini, Benny masih belum mengetahuinya. “Kemungkinan besar di Bandung tapi saya tidak hafal nama pemakamannya,” tuturnya. Ebet Kadarusman, presenter terkenal kelahiran Tasikmalaya 7 Juli 1936 ini meninggal dunia pada usia 75 tahun akibat serangan stroke. Serangan stroke dialaminya sejak tahun 2002 lalu dan sempat dirawat di RS Pertamina Jakarta sebelum terkena serangan kedua tahun 2008. Serangan stroke ketiga Ebet terjadi pada Selasa (26/3/2010) lalu. Ebet meninggalkan 1 orang istri dan 10 orang anak. sab/detikcom |
| You are subscribed to email updates from Film Indonesia To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |















Tidak ada komentar:
Posting Komentar